Wamendikdasmen: Pendidikan Bermutu untuk Kecerdasan Bangsa

JAKARTA – Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen), Fajar Riza Ul Haq menegaskan komitmen Kemendikdasmen untuk menyediakan pendidikan berkualitas bagi seluruh masyarakat guna mencerdaskan kehidupan bangsa.
“Komitmen Kemendikdasmen untuk meningkatkan pendidikan bermutu untuk semua, mengurangi kesenjangan dan ketimpangan sekolah swasta dan sekolah negeri, guru ASN serta guru swasta, soal pendidikan di Jawa dan luar Jawa. Semua itu ikhtiar kami untuk mencerdaskan kehidupan bangsa yang sudah tertanam hakiki dalam dasar konstitusi kita,” kata Fajar, Minggu (15/12/2024).
Pernyataan tersebut disampaikan saat kunjungannya ke beberapa sekolah di Sumatera Barat, seperti SD Percobaan Ujung Gurun, SMP 6 Muhammadiyah, dan Sekolah Kalam Kudus, pada Jumat (13/12/2024).
Fajar juga menyoroti pentingnya menanamkan tujuh kebiasaan positif pada siswa untuk meningkatkan kualitas belajar dan kehidupan. Kebiasaan itu mencakup bangun pagi, beribadah, berolahraga, makan sehat dan bergizi, gemar belajar, bermasyarakat, dan tidur cukup.
Selain itu, ia menegaskan bahwa mengurangi rivalitas dan kesenjangan mutu pendidikan merupakan langkah strategis Kemendikdasmen di bawah kepemimpinan Abdul Mu’ti untuk mewujudkan pendidikan inklusif dan berkualitas bagi semua.
Setelah mengunjungi sejumlah sekolah, Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen), yang juga menjabat sebagai Ketua Lembaga Kajian Kemitraan Strategis (LKKS) PP Muhammadiyah, Fajar Riza Ul Haq, melaksanakan berbagai kegiatan di Sumatera Barat. Ia menjadi khatib Jumat di Masjid At-Taqwa Muhammadiyah Kota Padang, memberikan kuliah umum di Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat, serta menghadiri pengukuhan Pengurus Hizbul Wathan (HW) Sumatera Barat.
Dalam kegiatan tersebut, Fajar menekankan pentingnya membangkitkan semangat untuk menghadirkan pendidikan berkualitas bagi semua lapisan masyarakat, termasuk memperkuat gerakan pendidikan Muhammadiyah di Ranah Minang.
“Sumatera Barat punya arti penting dalam hidup saya. Leluhur saya adalah keturunan Bukittinggi. Guru hidup saya adalah tokoh bangsa dari Ranah Minang di Sumpur Kudus, Buya Ahmad Syafii Maarif,” ungkap Fajar.
Ia juga mengingatkan bahwa tanah Minang adalah tempat lahirnya banyak pendiri bangsa, ulama besar, dan tokoh pendidikan.
“Kita perlu belajar sejarah perjuangan hidup dari tokoh-tokoh hebat dari bumi Minang ini. Ada Bung Hatta, KH Agus Salim, Tan Malaka, Buya HAMKA, Rohana Kudus, Engku Sjafei dan masih banyak lagi. Baik tokoh Minang lampau maupun tokoh Minang kontemporer seperti Buya Syafii Maarif,” jelas Fajar.
Kunjungan Fajar di Sumatera Barat berlangsung selama tiga hari, dari 12 hingga 14 Desember 2024.


